Aplikasi Processing Data Kolida Kool X1 bisa menggunakan beberapa aplikasi, Untuk memproses data hasil output (point cloud) dari LiDAR SLAM (seperti Kolida Kool X1 atau merek lainnya), Anda memerlukan perangkat lunak (software) khusus seperti AcuteLas Studio . Proses ini umumnya dibagi menjadi tiga tahap: prapemrosesan (post-processing SLAM), pembersihan & analisis, serta pemodelan akhir (CAD/BIM/GIS).
Berikut adalah daftar aplikasi terbaik yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya:
1. Software Prapemrosesan & Penyerasian Data (Post-Processing SLAM)
Aplikasi ini biasanya disediakan langsung oleh pabrikan alat untuk mengolah data mentah (raw data track) menjadi file point cloud matang berformat
.las atau .ply. - RobotSLAM Engine / Sat-LiDAR: Perangkat lunak bawaan dari ekosistem South/Kolida Group. Digunakan untuk penggabungan jalur sensor (trajectory adjustment), integrasi titik kontrol tanah (GCP/RTK/PPK), menghilangkan objek bergerak secara otomatis (dynamic object filtering), serta pewarnaan titik.
- GeoSLAM Connect: Perangkat lunak industri populer untuk kalkulasi algoritma SLAM, registrasi otomatis multipemindaian, dan pembersihan derau (noise) awal.
2. Software Pembersih, Klasifikasi, & Analisis Spasial
Setelah menjadi file
.las atau .laz, data perlu dibersihkan dari noise (seperti pantulan debu atau orang lewat), diklasifikasikan, atau dihitung volumenya.- CloudCompare (Gratis / Open-Source): Aplikasi wajib bagi pengguna LiDAR. Sangat andal untuk membuka data berukuran raksasa, melakukan pemotongan (cropping), registrasi manual, mereduksi kerapatan titik (down-sampling), hingga mengubah point cloud menjadi permukaan padat (meshing).
- LiDAR360: Software premium yang sangat kuat untuk mengklasifikasikan objek secara otomatis (memisahkan tanah, bangunan, vegetasi, dan kabel listrik). Sangat cocok untuk proyek kehutanan, topografi pertambangan, dan pembuatan model elevasi digital (DEM/DTM).
- LAStools: Tools berbasis baris perintah (CLI) atau plugin yang sangat cepat untuk memfilter, memotong, menipiskan, dan mengonversi file LiDAR skala besar.
3. Software Pemodelan 3D, Arsitektur, & BIM (Scan-to-BIM)
Digunakan jika tujuan akhir proyek Anda adalah membuat cetak biru bangunan, model arsitektur, atau cetakan pabrik (as-built drawings).
- Autodesk ReCap Pro: Aplikasi jembatan utama dari Autodesk. ReCap bertugas mengubah file
.lasmenjadi format.rcsatau.rcpagar dapat dibaca dengan lancar tanpa lag oleh produk Autodesk lainnya. - Autodesk Revit: Digunakan bersama Autodesk ReCap untuk melakukan Scan-to-BIM, yaitu menggambar ulang model arsitektur, struktur, dan MEP bangunan secara 3D berdasarkan titik presisi LiDAR.
- Autodesk AutoCAD: Digunakan untuk membuat denah lantai 2D, potongan melintang (section drawing), dan dokumentasi teknik dari data point cloud.
- Autodesk ReCap Pro: Aplikasi jembatan utama dari Autodesk. ReCap bertugas mengubah file
4. Software Pemetaan & GIS (Geographical Information System)
Digunakan jika data LiDAR SLAM Anda diambil di area terbuka (outdoor) untuk kebutuhan pemetaan wilayah atau kontur tanah.
- Global Mapper: Aplikasi GIS yang sangat ramah pengguna untuk membuat peta kontur, menghitung volume timbunan (stockpile), serta melakukan analisis elevasi dari data LiDAR.
- QGIS (Gratis): Melalui integrasi plugin LAStools atau fitur bawaan penampil 3D, QGIS dapat digunakan untuk mengolah point cloud menjadi model medan digital (DTM) guna analisis banjir atau tanah longsor.