Berikut adalah cara dan alur kerja (workflow) agar data LiDAR SLAM bisa masuk ke SketchUp:
1. Metode Menggunakan SketchUp Studio (Scan Essentials)
Jika Anda berlangganan SketchUp Studio, Anda akan langsung mendapatkan fitur bawaan bernama Trimble Scan Essentials. Fitur ini adalah solusi terbaik dan paling stabil.
- Format yang Didukung:
.las, .laz, .e57, .ply, dan .tzf. - Cara Kerja: Anda tinggal mengimpor file
.las atau .laz dari alat SLAM Anda langsung ke dalam SketchUp melalui menu Scan Essentials. Data point cloud akan muncul sebagai titik-titik panduan presisi, dan Anda bisa langsung melakukan tracing (menggambar garis/dinding) mengikuti titik-titik tersebut.
2. Metode Menggunakan Plugin Pihak Ketiga (Bagi Pengguna SketchUp Pro)
Jika Anda menggunakan SketchUp Pro, Anda harus menginstal plugin pihak ketiga terlebih dahulu, seperti:
- Undet for SketchUp: Plugin populer yang sangat kuat untuk memasukkan data point cloud berukuran besar ke SketchUp.
- Aplikasi Autoconverter: Digunakan untuk mengubah point cloud menjadi bentuk jaring 3D (mesh) berformat
.skp sebelum dibuka di SketchUp.
3. Metode Konversi Gratis (Ubah ke Mesh 3D)
Jika tidak ingin membeli plugin tambahan, Anda bisa mengolah data point cloud menjadi objek padat (mesh) terlebih dahulu melalui software gratis:
- Buka file
.las / .ply hasil LiDAR SLAM di software gratis CloudCompare. - Lakukan kalkulasi permukaan (Meshing / Poisson Reconstruction) di CloudCompare untuk mengubah kumpulan titik menjadi permukaan objek 3D.
- Ekspor hasilnya ke format
.obj atau .dae (Collada). - Impor file
.obj atau .dae tersebut langsung ke SketchUp standar secara gratis.
Tips Penting saat Import ke SketchUp
- Gunakan
.laz dibanding .las: File .laz merupakan versi kompresi yang ukurannya 10x lebih ringan tanpa mengurangi akurasi. Ini membuat SketchUp berjalan jauh lebih ringan dan tidak mudah crash. - Kurangi Kerapatan Titik (Down-sampling): Data dari alat SLAM (seperti Kolida Kool X1) sangat padat. Sebelum diimpor ke SketchUp, sebaiknya kurangi sedikit kerapatan titiknya menggunakan CloudCompare agar kinerja laptop Anda tidak lag