Our Story

About Us

Precision is a life inspiration

“Presisi bukan sekadar tentang angka di layar kontroler, ini tentang tanggung jawab kita terhadap masa depan bangunan di atasnya. Bersama Kolida, kita ukur masa depan dengan pasti.”

Rizky Eka Putri, CEO

Sejarah Singkat Brand KOLIDA: Dari Toko Kecil hingga Menjadi Raksasa Geospasial di Indonesia

1. Akar Pendirian dan Filosofi Global (1989)Kisah sukses KOLIDA Instrument dimulai pada tahun 1989 di Guangzhou, Tiongkok. Brand ini didirikan oleh Ma Chao, seorang insinyur muda berusia 30 tahun yang bekerja di pabrik peralatan survei lokal, bersama dengan beberapa rekan pendirinya.Para pendiri KOLIDA bukanlah pebisnis biasa; mereka adalah para ahli, akademisi lulusan Wuhan University of Surveying and Mapping Technology, serta praktisi yang pernah mengenyam pelatihan manufaktur optik ketat di Swiss dan Jepang. Berawal dari sebuah toko kecil yang menjual kalkulator ilmiah khusus pemetaan, KOLIDA bertransformasi menjadi produsen mandiri yang berfokus menciptakan alat ukur dengan rasio performa-harga (price-to-performance ratio) terbaik di dunia.
2. Gerbang Masuk ke Pasar Indonesia (Awal 2000-an)Sebelum era 2000-an, pasar alat ukur di Indonesia didominasi secara mutlak oleh brand-brand premium asal Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Alat-alat tersebut memiliki akurasi tinggi namun harganya sangat mahal, sehingga sulit dijangkau oleh perusahaan konstruksi skala kecil-menengah atau kontraktor lokal.Melihat celah besar ini, KOLIDA mulai mengeksplorasi pasar Indonesia pada awal dekade 2000-an. Masuknya KOLIDA ke Indonesia menandai babak baru bagi dunia survei nasional, di mana brand ini memperkenalkan alternatif teknologi tinggi dengan harga yang jauh lebih kompetitif.Produk Pionir: Pada masa awal masuknya, produk yang paling diminati oleh surveyor Indonesia adalah seri Theodolite Digital dan Total Station manual (seperti seri KTS). Alat-alat ini langsung menarik perhatian karena sistem operasinya yang ramah pengguna (user-friendly) dan adaptif terhadap iklim tropis Indonesia yang ekstrem.
3. Fase Pembuktian Kualitas dan Era GPS Geodetik (2010-an)Di awal kehadirannya, KOLIDA sempat menghadapi tantangan berat berupa skeptisisme pasar terhadap produk buatan Tiongkok. Banyak surveyor yang meragukan ketahanan komponen optik dan presisi datanya.Namun, KOLIDA membalikkan stigma tersebut melalui pembuktian di lapangan. Melalui jaringan distributor resmi lokal yang agresif menyediakan demo alat, kalibrasi bersertifikat, dan garansi purnajual, KOLIDA berhasil membangun kepercayaan.Pada pertengahan tahun 2010-an, seiring dengan masifnya proyek pembangunan infrastruktur (Jalan Tol Trans-Jawa, Trans-Sumatera, dan bandara), KOLIDA melakukan lompatan besar dengan memperkenalkan lini GNSS/GPS Geodetik RTK (seperti seri Kolida K5, K9, hingga generasi penjelajah tangguh seri K30). Akurasi satelitnya yang andal di bawah kanopi hutan Indonesia membuat nama KOLIDA sejajar dengan pemain-pemain lama industri geospasial.
4. Era Transformasi Digital dan Teknologi SLAM/LiDAR (2020-an - Sekarang)Saat ini, KOLIDA telah bertransformasi dari sekadar penyedia alat ukur konvensional menjadi pemimpin inovasi digital 3D di Indonesia. Mengikuti tren Digital Twin, Smart City, dan kebutuhan pemetaan cepat, KOLIDA memperkenalkan solusi LiDAR Scanner dan teknologi SLAM Handheld (seperti Kolida Kool X1).Alat modern ini memungkinkan surveyor memetakan area kompleks di Indonesia—mulai dari gedung bersejarah, tambang bawah tanah, hingga hutan kota—hanya dengan berjalan kaki, serta menghasilkan visualisasi fotorealistik tingkat tinggi.

Meet

Our Product

Our Newsletter

Enter your email address to be updated with fresh news

Receive emails updates and hot offers